Financial sufficient atau dalam Bahasa Indonesia adalah kecukupan finansial adalah kondisi di mana seseorang memiliki cukupan sumber daya keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, tanpa merasa tertekan secara ekonomi. Millenial dan Gen Z harus belajar tentang kecukupan finansial ini supaya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Yuk kita bahas lebih banyak tentang hal ini.
Financial sufficient itu bukan berarti kamu harus kaya raya dan punya segala-galanya, namun lebih kepada kamu seorang individu yang mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan tanpa kesulitan berarti. Selain dapat memenuhi kebutuhan dasar tersebut, punya kecukupan finansial berarti kamu tidak hidup dari utang. Kamu mampu mengelola pengeluaran tanpa harus terus menerus bergantung pada utang konsumtif (misalnya, kartu kredit atau yang sedang marak saat ini seperti pinjaman online).
Memiliki kecukupan finansial juga berarti kamu sudah mampu menempatkan uang kamu untuk kebutuhan di masa depan. Kamu sudah menyiapkan dana darurat atau simpanan yang cukup untuk menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan yang mendadak. Sudah cukup secara finansial juga berarti kamu siap dan memiliki sisa penghasilan untuk ditabung atau diinvestasikan demi masa depan seperti pensiun, pendidikan anak, dll. Bisa membuat keputusan tanpa tekanan finansial misalnya, bisa mengambil cuti panjang kapanpun kamu mau, menolak pekerjaan yang tidak sehat, atau merencanakan liburan tanpa stres keuangan berlebih juga merupakan makna dari finansial yang cukup. financial sufficiency lebih menekankan pada stabilitas dan rasa cukup dengan apa yang sudah ada, bukan soal seberapa besar jumlah uang yang dimiliki. Apakah kamu saat ini sudah di fase memiliki finansial yang cukup? Jika belum, yuk mari sama-sama mempersiapkan segala halnya demi masa depan yang lebih cerah lagi.