background

Sebenarnya Butuh Uang Berapa Sih untuk Mulai Deposito?








Pernah gak sih kamu lagi scrolling media sosial, lalu lewat konten tentang pentingnya investasi, dan instrumen yang pertama kali disebut adalah deposito? Mendengar kata deposito, sebagian dari kita mungkin langsung membayangkan ruangan VIP bank yang dingin, nasabah premium berpakaian rapi, dan tumpukan uang ratusan juta rupiah. Mindset lama ini sering bikin ciut duluan "Ah, deposito mah buat yang udah kaya raya aja. Uangku yang cuma recehan mana bisa?", tunggu dulu. Itu kan cerita zaman dulu! Faktanya, dunia perbankan sudah jauh berubah. Jadi, sebenarnya butuh uang berapa sih untuk mulai investasi di deposito? Yuk, kita bongkar faktanya!

Kalau kamu mengira minimal deposito di bank itu adalah Rp 100 – 200 juta, kamu salah. Apalagi di era sekarang dimana digitalisasi mulai marak. Bank menerapkan untuk bisa deposito dengan bahkan minimal Rp 1 juta saja. Bahkan, untuk beberapa bank konvensional (bank tradisional), batas minimum pembukaan deposito via mobile banking juga sudah makin terjangkau, biasanya berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

Artinya apa? Biaya buat mulai deposito itu sekarang sama dengan harga dua cup kopi kekinian atau sekali makan malam di mall. Jadi, alasan "belum punya modal besar" sudah gak valid lagi, ya! Mungkin akan jadi pertanyaan ya apalagi untuk kita yang awam atau baru ingin mulai belajar deposito. "Kalau cuma punya Rp 1 juta, kenapa gak ditaruh di tabungan biasa aja?"

Nah, ini dia rahasianya. Tabungan biasa itu punya dua hal yang sering kita lakukan.

1. Biaya Admin Bulanan: Kalau saldo kamu kecil, bunga tabungan biasa sering kali habis (bahkan minus) karena kepotong biaya admin.

2. Godaan "Jari": Uang di tabungan biasa sangat mudah ditarik lewat ATM atau dipakai belanja online. Tahu-tahu saldo ludes.

Hayo ngaku siapa yang punya pola seperti itu? Alih-alih ngutang ke saldo tabungan, malah tabungannya lama-lama habis tidak bersisa. Maka dari itu nabung di deposito, uang kamu akan di kunci oleh system. Bisa dalam jangka waktu 1, 3, 6 atau 12 bulan. Keuntungannya apa saja?

Bunga lebih tinggi: Suku bunga deposito jauh di atas tabungan biasa.

Uang lebih aman: Kamu jadi terpaksa disiplin dan gak bisa sembarangan membelanjakan uang tersebut sampai jatuh tempo.

Bagi pemula, wajar banget kalau ada rasa takut: "Kalau bank-nya bangkrut, uangku hilang gak?" Tenang, deposito adalah salah satu instrumen investasi paling aman di Indonesia. Mengapa? Karena deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Asalkan bank tempat kamu menabung terdaftar di LPS dan bunga deposito yang kamu terima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS, uang kamu tetap aman dan dijamin balik oleh negara up to Rp2 miliar per nasabah per bank. Jadi, kamu bisa tidur nyenyak selagi uangmu bekerja.

Nah ini dia tips untuk kamu yang mau belajar deposito:

• Mulai dari nominal kecil: Jangan tunggu punya uang puluhan juta. Manfaatkan bank digital atau mobile banking untuk membuka deposito pertama kamu dengan nominal berapapun yang kamu punya saat ini.

• Pilih tenor pendek dulu: Kalau kamu masih ragu atau takut butuh uangnya dalam waktu dekat, pilih tenor (jangka waktu) yang pendek dulu, misalnya 1 bulan atau 3 bulan.

• Gunakan uang dingin: Pastikan uang yang kamu depositokan bukan uang untuk bayar kosan bulan depan atau uang belanja pokok. Gunakan uang yang memang dialokasikan untuk ditabung.

Jadi, kembali ke pertanyaan awal: Butuh uang berapa untuk mulai deposito? Jawabannya Seikhlasnya kantongmu sekarang, bahkan bisa dimulai dengan Rp 1 jutaan saja! Deposito bukan lagi produk eksklusif untuk kalangan atas, melainkan jembatan terbaik bagi siapa saja, termasuk kamu yang ingin mulai belajar disiplin finansial dan mengamankan masa depan. Yuk, stop menunda dan mulai bangun asetmu dari sekarang. Tubuhmu saja butuh istirahat, uangmu juga butuh tempat yang aman untuk bertumbuh! Kamu bisa ajukan deposito di Bank Nusumma melalui link berikut ini ya: https://go.banknusumma.co.id/pengajuan/


Oleh :
riska pratiwi | 2026-06-12
×