background

Mari Mengenal Istilah Delayed Gratification








Sebagian dari kamu mungkin sudah tahu tentang delayed gratification atau bisa juga disebut sebagai penundaan sesuatu hal yang memuaskan demi untuk kepentingan lain di masa yang akan datang. Delayed gratification adalah kemampuan seseorang untuk menahan diri mendapatkan imbalan atau kepuasan yang seharusnya didapatkan sekarang (instan), agar bisa mendapatkan sesuatu yang lebih besar nantinya. Berdasarkan beberapa penelitian, seseorang yang dapat menerapkan delayed gratification dalam kehidupannya sehari-hari, merupakan seseorang yang dapat mengelola emosi dengan baik, memiliki daya konsentrasi yang yang tinggi, dan dapat bekerja dibawah tekanan. Nah apa hubungannya delayed gratification ini dengan tujuan mengelola keuangan dengan baik dan benar? Yuk kita bahas.

Delayed gratification atau menunda kepuasan adalah konsep penting dalam mengelola keuangan dengan bijak. Ini berarti kita memilih untuk tidak membelanjakan uang untuk kepuasan sesaat demi tujuan keuangan jangka panjang yang lebih besar dan lebih bermanfaat. Berikut ini delayed gratification yang bisa membantu kamu mengelola keuangan agar lebih baik:

1. Menghindari pengeluaran impulsif

Ini merupakan salah satu contoh agar uang kamu tidak boncos setiap bulannya. Pengeluaran impulsif saat kamu membeli sesuatu tanpa rencana atau pertimbangan matang, biasanya terjadi karena lagi stres, tergoda diskon, pengen self reward padahal keuangan belum siap dan lain sebagainya. Nah delayed gratification bisa kamu lakukan ketika sedang merasa impulsif. Misalnya, Daripada langsung beli gadget terbaru yang kamu inginkan sekarang, kamu bisa menabung dan membelinya saat benar-benar dibutuhkan atau saat harganya turun. Alhasil, uang kamu tidak habis percuma, dan kamu punya cadangan untuk hal yang lebih penting.

2. Membantu mencapai tujuan keuangan

Dengan menerapkan delayed gratification, kamu bisa lebih cepat mencapai tujuan keuangan kamu seperti menahan keinginan demi untuk menyelesaikan utang, menabung untuk membeli rumah, membangun dana darurat, berinvestasi untuk masa depan daripada ngopi di kafe setiap hari yang pasti akan mengeluarkan uang. Kopi yang kamu beli dengan harga Rp. 20.000 jika di tabung dalam jangka waktu sebulan saja setiap harinya, maka kamu sudah bisa membangun tujuan kamu dengan nilai Rp. 600.000 bayangkan jika dalam jangka waktu yang lebih panjang lagi. Lihat betapa pentingnya menerapkan delayed gratification ini ya sobat Nusumma.

3. Melatih disiplin dan mindset finansial

Menunda kepuasan juga mengajarkan kamu untuk lebih sadar atas prioritas yang kamu miliki. Kamu dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan, melatih kesabaran dan konsistensi yang dapat menghasilkan keuangan jadi lebih stabil karena kamu tidak reaktif terhadap dorongan konsumtif.

Ada beberapa cara agar kamu dapat langsung melatih delayed gratification, simak cara praktis berikut ini.

  • Terapkan aturan 30 hari untuk pembelian besar

Kalau pengen beli sesuatu yang mahal (di atas nominal tertentu, misalnya Rp500.000), ada baiknya kamu tunggu dulu sampai 30 hari. Kalau setelah 30 hari masih kepikiran dan dananya ada, maka kamu baru boleh membeli barang tersebut. Tapi kalau malah lupa sama apa yang akan kamu beli, berarti itu cuma perilaku impulsif doang. Catat!

  • Buat wishlist tertunda

Tulis barang-barang yang kamu pengen beli, kasih tanggal, dan review lagi nanti. Sering kali setelah beberapa minggu, kamu akan sadar bahwa sebenarnya barang yang kamu inginkan itu tidak terlalu penting. Karena itu wishlist ini akan membantu kamu dalam mengingat dan menceklis barang-barang yang sekiranya penting atau tidak. Coba deh terapkan, jika dibiasakan kamu akan mengerti manfaatnya dan akan menerapkan penundaan kepuasaan terhadap pembelian barang-barang yang tidak terlalu penting.

  • Simpan uang dulu, baru beli kemudian

Bukan "beli sekarang, cicil nanti" tapi "tabung dulu, baru beli kemudian." Misalnya kamu pengen beli sepatu dengan harga Rp1.000.000, bagi jadi 5x nabung Rp200.000. Kalau kamu konsisten, kamu nggak cuma dapet barangnya tapi juga dapet kebiasaan baik. Jangan biasakan untuk membeli barang yang dipaksakan. Banyak orang sekarang membeli barang dengan cara memaksakan padahal Ia belum punya uang tapi dengan banyak cara seperti mencicil, kredit atau bahkan pinjam uang ke teman jadi salah satu opsi agar dapat memiliki barang impian. Kalau boleh saran, jangan ya!

  • Jauhkan diri dari godaan

Ini tidak kalah penting dan harus selalu diingat untuk menjauhkan diri dari godaan konsumtif. Unfollow akun online shop, mute grup promo, atau hapus aplikasi e-commerce kalau perlu. Out of sight, out of mind. Dengan begitu setidaknya kamu telah berusaha menjauhi godaan untuk membeli barang-barang yang tidak begitu kamu perlukan.

Nah, bagaimana sobat Nusumma? Siapa yang masih punya sifat konsumtif nih? Kamu bisa mencoba menerapkan delayed gratification ini. Tidak ada salahnya untuk mencoba dan pastikan kamu menyiapkan masa depan dengan baik dari pada hanya mengikuti hawa nafsu belanja atau


Oleh :
riska pratiwi | 2025-04-11
×