Bagaimana caranya agar kebutuhan dan keinginan hidup kita dapat terpenuhi semuanya?
Sebagai individu yang memiliki penghasilan rutin setiap bulan, kita harus pandai dalam hal cara mengatur serta mengelola keuangan yang kita miliki. Sebab, tidak semua individu memiliki kemampuan tersebut, sehingga akan mengakibatkan pola pemasukan dan pengeluaran keuangan tidak berjalan dengan baik setiap bulannya. Terpenuhi atau tidaknya kebutuhan hidup kita, semua bergantung terhadap bagaimana kita mengatur dan mengelola keuangan yang kita miliki.
Selain itu, kita juga harus menyadari bahwa pentingnya menyelaraskan antara kondisi finansial dengan kondisi kehidupan kita. Kedua hal ini harus seimbang, karena jika tidak maka kita akan merasakan kesulitan untuk mengatur serta mengelola keuangan setiap bulannya. Lalu, untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut, maka kita perlu melakukan yang namanya alokasi penghasilan bulanan.
Apa sih yang dimaksud alokasi penghasilan bulanan? Alokasi ini sendiri memiliki maksud yaitu penentuan banyaknya uang atau biaya yang disediakan atau dikeluarkan untuk memenuhi suatu keperluan atau kebutuhan hidup. Selain untuk menjaga kestabilan ekonomi, alokasi penghasilan bulanan ini juga bertujuan agar kita dapat mengontrol pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya.
Sebelum melakukan alokasi penghasilan bulanan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan finansial. Kita harus pahami terlebih dahulu, tujuan pengelolaan keuangan kita akan dibawa dominan ke arah mana. Apakah dominan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari? Atau dominan untuk investasi dan tabungan? Atau dominan untuk hal-hal yang lainnya? Kita harus menentukan tujuannya terlebih dahulu.
Kita bisa memulai alokasi penghasilan bulanan dengan menetapkan persentase penghasilan. Pada dasarnya, penentuan persentase ini merupakan suatu hal yang fleksibel tergantung kebutuhan masing-masing individu dan yang pasti tergantung tujuan keuangan yang sudah kita tentukan sebelumnya. Namun, ada salah satu konsep alokasi penghasilan bulanan yang dinilai cukup ideal untuk dijadikan sebuah dasar alokasi penghasilan bulanan, yakni konsep alokasi 50:30:20. Apa itu konsep alokasi penghasilan 50:30:20? Mari kita bahas!
Konsep alokasi penghasilan 50:30:20 ini dicetuskan pertama kali oleh Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi, yang mana tertuang dalam buku mereka yang berjudul “All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Planâ€. Menurut mereka, dengan nilai persentase 50:30:20 bisa menjadi pedoman pengelolaan yang baik dan sehat. Singkatnya, pembagian dari persentasi dibagi menjadi kebutuhan, keinginan, dan tabungan atau investasi. Secara lebih terstruktur, cara kerja alokasi penghasilan 50:30:20 adalah sebagai berikut:
1. 50% - Kebutuhan
Alokasikan 50% penghasilan untuk kebutuhan primer atau kebutuhan pokok sehari-hari. Kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang pasti akan dikeluarkan rutin dalam setiap bulannya. Banyak macam kebutuhan pokok sehari-hari yang dibutuhkan antara lain seperti makanan, biaya listrik, biaya transportasi, obat-obatan, asuransi, dan lain sebagainya yang mencakup kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagai contoh: jika kita berpenghasilan 8 juta setiap bulan, maka kita harus menyisihkan penghasilan sebanyak 4 juta untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
2. 30% - Keinginan
Selanjutnya, alokasikan 30% penghasilan untuk kebutuhan sekunder atau untuk hal yang kita inginkan. Anggaplah keinginan ini menjadi salah satu bentuk self-reward atas kerja keras yang sudah kita lakukan. Bentuk dari kebutuhan sekunder ini antara lain seperti berbelanja diluar kebutuhan pokok, hangout, staycation, dan keinginan-keinginan pribadi lainnya. Sebagai contoh: jika kita berpenghasilan 5 juta setiap bulan, maka kita bisa menyisihkan penghasilan sebanyak kurang lebih 1,5 juta setiap bulannya.
3. 20 % - Tabungan atau Investasi
Terakhir, alokasikan 20% penghasilan untuk tabungan atau memulai investasi. Setelah banyaknya penggunaan penghasilan untuk pengeluaran kebutuhan, maka jangan terlupakan untuk menyisihkan penghasilan untuk menabung. Menabung dan investasi juga merupakan salah satu hal terpenting dalam mengatur keuangan. Di dalam alokasi tabungan, kita perlu juga menyiapkan dana tak terduga atau dana darurat sebagai simpanan jika terjadi sesuatu yang tidak mendesak. Sedangkan, investasi akan lebih cocok untuk simpanan keinginan jangka Panjang seperti keinginan membeli rumah, kendaraan, dana pensiun, dan lain-lain.
Namun, kembali lagi alokasi penghasilan bulanan memiliki sifat yang fleksibel. Kita bisa menyesuaikan persentase alokasi penghasilan bulanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita masing-masing.