background

Cara Menghemat Listrik dan Air di Rumah: Tips dan Trik yang Efektif








Listrik dan air adalah dua sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Kita membutuhkan listrik untuk menyalakan berbagai alat elektronik, seperti lampu, AC, kulkas, TV, komputer, dan lain-lain. Kita juga membutuhkan air untuk berbagai keperluan, seperti minum, mandi, cuci, masak, dan lain-lain. Namun, penggunaan listrik dan air yang tidak bijak dan boros bisa menimbulkan dampak negatif, baik bagi keuangan, lingkungan, maupun kesehatan kita.

Oleh karena itu, kita perlu menerapkan cara menghemat listrik dan air di rumah dengan tips dan trik yang efektif. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Beralih ke listrik prabayar. Salah satu cara menghemat listrik yang paling efektif adalah beralih ke listrik prabayar. Dengan listrik prabayar, kita bisa mengontrol penggunaan listrik sesuai dengan anggaran dan kebutuhan kita. Kita juga bisa membeli token listrik kapan pun kita butuh melalui aplikasi online, seperti Tokopedia1. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan promo dan diskon menarik dari pembelian token listrik online.
  2. Gunakan lampu LED. Lampu LED adalah jenis lampu yang hemat energi, lebih terang, tidak panas, dan awet. Lampu LED bisa mengurangi konsumsi listrik hingga 80 persen dibandingkan dengan lampu biasa1. Meskipun harganya lebih mahal, lampu LED bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Kita bisa mengganti bola lampu rumah kita dengan lampu LED untuk menghemat listrik.
  3. Gunakan AC hemat listrik. AC adalah salah satu alat elektronik yang paling banyak mengkonsumsi listrik. Untuk menghemat listrik, kita bisa memilih AC yang hemat listrik, yaitu AC yang memiliki fitur inverter, low watt, atau energy saving. Fitur-fitur ini bisa mengatur kinerja kompresor AC sesuai dengan suhu ruangan, sehingga menghemat listrik hingga 30 persen1. Kita juga bisa mengatur suhu AC pada 24 atau 25 derajat Celcius, agar tidak terlalu dingin namun tetap nyaman.
  4. Manfaatkan cahaya matahari. Cahaya matahari adalah sumber penerangan alami yang gratis dan sehat. Kita bisa memanfaatkan cahaya matahari untuk menerangi rumah kita pada siang hari, sehingga menghemat listrik dari penggunaan lampu. Caranya adalah dengan membuka jendela, tirai, atau korden agar cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah. Kita juga bisa menanam pohon atau tanaman di sekitar rumah untuk menambah kesejukan dan keindahan.
  5. Cabut steker kabel jika tidak dipakai. Kebiasaan membiarkan steker kabel tercolok di stop kontak bisa menyebabkan pemborosan listrik. Hal ini karena steker kabel masih mengalirkan arus listrik meskipun tidak tersambung dengan alat elektronik. Oleh karena itu, kita harus mencabut steker kabel jika tidak dipakai, seperti saat mengecas handphone, laptop, atau alat elektronik lainnya. Kita juga bisa menggunakan saklar atau stop kontak yang bisa dimatikan secara otomatis jika tidak ada arus listrik yang mengalir.
  6. Mencuci dalam jumlah banyak. Mencuci pakaian, piring, atau kendaraan adalah kegiatan yang membutuhkan banyak air. Untuk menghemat air, kita bisa mencuci dalam jumlah banyak sekaligus, daripada mencuci sedikit-sedikit tapi sering. Dengan begitu, kita bisa mengurangi frekuensi membuka keran air, yang bisa menghemat air hingga 50 persen3. Kita juga bisa menggunakan mesin cuci yang hemat air, yaitu mesin cuci yang memiliki fitur fuzzy logic, auto load sensing, atau water level selector.
  7. Kurangi penggunaan plastik. Plastik adalah bahan yang sulit terurai dan berbahaya bagi lingkungan. Plastik bisa menumpuk di tempat pembuangan sampah, menyumbat saluran air, dan membunuh hewan yang menelannya. Untuk menghemat air dan menjaga lingkungan, kita bisa mengurangi penggunaan plastik, misalnya dengan membawa tas kain sendiri saat berbelanja, menggunakan botol minum yang bisa dipakai ulang, dan menghindari pembelian online yang menggunakan kemasan plastik.
  8. Manfaatkan keran aerator. Keran aerator adalah alat yang dipasang pada ujung keran untuk mengatur aliran air. Keran aerator bisa menghemat air dengan cara mencampurkan udara ke dalam aliran air, sehingga menghasilkan aliran air yang lebih halus dan lembut. Dengan keran aerator, kita bisa mengurangi konsumsi air hingga 50 persen tanpa mengurangi tekanan air3. Keran aerator juga bisa mencegah percikan air yang bisa mengotori wastafel atau lantai.
  9. Hindari membiarkan keran menetes. Keran yang menetes bisa menyebabkan pemborosan air yang tidak disadari. Keran yang menetes satu tetes per detik bisa menghabiskan air sebanyak 21 liter per hari3. Bayangkan jika keran yang menetes lebih dari satu, dan dibiarkan selama berhari-hari, berapa banyak air yang terbuang sia-sia. Oleh karena itu, kita harus menghindari membiarkan keran menetes, dengan cara menutup keran dengan rapat, atau memperbaiki keran yang bocor atau rusak.
  10. Masak air secukupnya. Memasak air adalah kegiatan yang membutuhkan listrik dan air. Untuk menghemat listrik dan air, kita bisa memasak air secukupnya, sesuai dengan kebutuhan kita. Jangan memasak air terlalu banyak, karena bisa menyebabkan pemborosan listrik dan air. Jika kita memasak air lebih dari yang kita butuhkan, kita bisa menyimpannya di termos atau kulkas, agar tidak perlu memasak air lagi. Kita juga bisa menggunakan alat pemanas air yang hemat listrik, seperti magic jar, dispenser, atau pemanas air listrik.

Oleh :
Himawan Fahmi | 2023-12-28
×