Dana darurat merupakan dana yang sengaja disiapkan untuk diisimpan sebagai bentuk antisipasi saat terdapat peristiwa yang tidak diharapkan terjadi. Dana darurat ini sangat penting untuk menjadi backup Ketika sesuatu mendesak terjadi serta memberikan rasa aman dan menghindarkan kita dari mengambil alokasi budget kebutuhan utama maupun investasi.
Sebelum adanya pandemic covid yang terjadi di tahun 2020, dana darurat bisa saja hanyalah sebuah simpanan yang belum tahu fungsi dan kegunaannya seperti apa, sehingga alokasinya pun tidak terlalu diperhatikan. Bahkan, Komisaris utama BNI Asset Management Eko Priyo Pratomo mengungkapkan bahwa hanya 30% karyawan di Indonesia yang memiliki dana darurat, padahal dana darurat ini bersifat emergency dan sangat diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai secara mendesak. Kebutuhan akan dana darurat sangat terasa ketika pandemic covid, dimana PHK terjadi dimana-mana dan sebagian orang kehilangan pekerjaan, kita baru menyadari bahwa dana darurat ini sangat penting untuk menjadi bantalan keuangan Ketika kita mengalami kejadian seperti sakit tiba-tiba maupun PHK dari perusahaan.
1. Cek dan pahami kondisi keuanganmu, lakukan pencatatan untuk mengetahui pengeluaran per bulan
2. Mengatur anggaran alokasi keuangan yang dibutuhkan untuk kebutuhan primer, sekunder termasuk tabungan dan juga investasi
3. Tentukan nominal dana darurat yang dibutuhkan berdasarkan hasil pemetaan kondisi keuangan serta alokasi keuangan yang sudah diatur
Dana darurat akan berbeda bagi setiap individu tergantung pada kebutuhan masing-masing. Tetapi ada cara yang dapat kita lakukan untuk menghitung dana darurat yang kita butuhkan dan kita mulai sisihkan berdasarkan perhitungan tersebut.
1. Bagi yang masih single dan belum memiliki tanggungan apapun, dana darurat ideal adalah sekitar 3-6 kali lipat dari pengeluaran setiap bulan
2. Bagi yang sudah menikah atau mempunyai tanggungan, dana darurat yang perlu di siapkan adalah sebesar minimal 6 kali lipat dari pengeluaran
3. Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, siapkanlah setidaknya 12 kali dari pengeluaran bulanan
Perhitungan diatas merupakan dana darurat secara minimal yang harus kita miliki, mempunyai dana darurat melebihi perhitungan minimal tersebut akan jauh lebih baik. Cara untuk mengumpulkan dana darurat yaitu dengan mengalokasikan 10% dari gaji atau pendapatan bulanan. Usahakan dilakukan secara konsisten, sehingga dana yang dibutuhkan dapat terkumpul dan kamu siap jika ada keadaan darurat, serta alokasikan dana darurat ini secara terpisah dari rekening pengeluaran bulanan sehingga tidak tercampur dengan kebutuhan pengeluaran lain.