CGAP (Consultative Group to Assist the Poor) merupakan salah satu
Non-Government Organization (NGO) terbesar di dunia yang bergerak di
bidang jasa keuangan mikro yang berada di bawah naungan World Bank. CGAP
bekerja sama dengan 30 organisasi pemimpin pengembangan yang berfokus
pada inklusi keuangan masyarakat kelas bawah, terutama perempuan. CGAP
telah membantu beberapa lembaga jasa keuangan mikro untuk mempertemukan
kebutuhan pelayanan bagi masyarakat kelas bawah dengan memberikan sebuah
inovasi, pengetahuan, keterampilan dan kerjasama.Â
Pada
tahun 2022, CGAP membuka kesempatan bagi penyedia jasa keuangan mikro
di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam salah satu inisiatif
digitalisasi bernama “Microfinance Digitization Community of Practiceâ€.
Kegiatan ini dilakukan dengan sharing-knowledge dan praktik yang
dilakukan oleh para anggota melalui digitalisasi. Tujuannya untuk
memperkuat praktik intelijen bisnis dan analitik data dari anggota yang
terlibat untuk mendukung digitalisasi yang lebih gesit, berpusat pada
pelanggan, dan menciptakan nilai.
“Digitalisasi
adalah kunci untuk meningkatkan daya saing dan kesuksesan penyedia
keuangan mikro,†ujar Xavier Faz, Pemimpin Model Bisnis CGAP. “Kami
percaya bahwa penyedia keuangan mikro dapat mengembangkan portofolio
mereka secara signifikan jika mereka menggunakan teknologi digital
dengan bijak dan fokus untuk menciptakan nilai terukur bagi pelanggan
dan bisnis mereka. Digitalisasi membuka banyak pintu bagi penyedia
keuangan mikro untuk melakukannya dengan merampingkan proses mereka,
memasuki kemitraan strategis, dan menawarkan layanan baruâ€
Nusantara
Bina Artha menjadi satu-satunya lembaga dari Indonesia yang terpilih
dari puluhan lembaga keuangan diseluruh dunia. Kegiatan ini diikuti oleh
22 partisipan yang terdiri dari berbagai negara seperti Ghana, Kenya,
Pakistan, India, Uganda, Congo,- Cambodia, hingga Tunisia.
Adapun
kegiatan yang dilakukan yaitu berupa BootCamp dengan materi mengenai
digitalisasi dalam pemahaman terkait perilaku Nasabah yang saat ini ada
di BPR Nusumma Group. Dalam rangkaian tersebut, disediakan berbagai
masukan dari berbagai partisipan yang tentunya menambah wawasan dan
pengetahuan bagi kita dalam perilaku nasabah merespon digitalisasi.
Sehingga, kita dapat mengkategorisasikan bentuk digitalisasi yang
dilakukan oleh Nasabah Bank Nusumma selama ini. Selain itu, kita juga
diberikan kesempatan untuk membangun sendiri sebuah dashboard agar dapat
mengetahui tren serta kebutuhan digitalisasi di Nusumma Group. Kegiatan
ini juga dilanjutkan dengan sesi diskusi dari hasil dashboard yang
sudah kita bangun dan mendapatkan respon dari negara lain.
Melalui
kegiatan ini, kita dapat melihat peluang yang dimiliki oleh Nusumma
Group untuk Go Digital. Mengingat kemajuan teknologi yang semakin
canggih, sehingga kita perlu memahami perilaku dan kebutuhan akan
digitalisasi ini di wilayah BPR Nusumma beroperasi.
Oleh :
Dinda Rahmi | 2023-07-05