Penggunaan teknologi dan informasi memberikan banyak manfaat di berbagai sektor, seperti pendidikan dan ekonomi. Namun, disayangkan bahwa perkembangan ini juga menimbulkan masalah yang merugikan masyarakat, seperti penyalahgunaan dan pencurian data pribadi, serta penipuan. Oleh karena itu, perlindungan data pribadi menjadi sangat penting.
Perusahaan atau penyelenggara sistem elektronik dapat dengan mudah mengumpulkan data pribadi pelanggan tanpa izin, dan data tersebut dapat disalahgunakan atau dijual tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selain itu, risiko kebocoran atau pencurian data pribadi oleh pihak ketiga juga dapat terjadi.
Data pribadi merujuk pada informasi tentang individu yang dapat diidentifikasi secara langsung atau tidak langsung, baik melalui sistem elektronik maupun non-elektronik. Menurut Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (RPM PDPSE), data pribadi adalah informasi tertentu mengenai seseorang yang dijaga kebenarannya, dirawat, dan dilindungi kerahasiaannya.
Menurut UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang termasuk data pribadi adalah:
1. Nomor KK (Kartu Keluarga)
2. NIK (Nomor Induk Kependudukan)
3. Tanggal/Bulan/Tahun Lahir
4. Keterangan tentang kecacatan fisik dan/atau mental
5. NIK Ibu kandung
6. NIK Ayah
7. Beberapa isi catatan peristiwa penting
Dengan begitu, Anda akan terselamatkan dari kejahatan di dunia maya. Berikut 8 cara melindungi data pribadi Anda yang dapat Anda lakukan dari sekarang:
1. Data Terenkripsi
Langkah pertama dalam menjaga keamanan data pribadi adalah dengan memastikan bahwa data tersebut disimpan dalam bentuk terenkripsi. Enkripsi adalah proses mengubah informasi menjadi kode yang hanya dapat dibuka atau diakses oleh orang yang memiliki kunci enkripsi yang sesuai. Dengan menerapkan enkripsi pada data pribadi Anda, Anda dapat meningkatkan tingkat keamanan dan melindungi informasi sensitif dari akses yang tidak sah.
2. Waspada Terhadap Tautan Mencurigakan
Salah satu teknik umum yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan cyber untuk mencuri data pribadi adalah phishing, di mana mereka mengirimkan tautan yang seolah-olah sah, tetapi sebenarnya mengarah ke situs web palsu yang bertujuan untuk mencuri informasi Anda. Oleh karena itu, langkah berikutnya dalam menjaga keamanan data pribadi adalah tetap waspada terhadap tautan yang mencurigakan, terutama jika berasal dari sumber yang tidak dikenal atau tidak dapat dipercaya. Pastikan untuk memverifikasi keabsahan tautan sebelum mengkliknya, dan hindari memberikan informasi sensitif melalui tautan yang mencurigakan.
3. Tidak Memberikan Informasi Data Pribadi di Media Sosial
Platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok sering digunakan untuk berbagi berbagai informasi tentang diri sendiri. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua informasi harus dipublikasikan. Hindari memposting atau memberikan informasi pribadi seperti nomor KTP, SIM, kartu kredit, atau data sensitif lainnya yang dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebelum membagikan informasi apa pun di media sosial, selalu pertimbangkan risiko privasi. Hal ini penting untuk melindungi data pribadi di platform media sosial, mengingat seringkali orang tidak sengaja mengungkapkan informasi pribadi di sana.
4. Hati-hati dengan WiFi Publik
Penting untuk berhati-hati saat menggunakan jaringan WiFi publik untuk mencegah kebocoran data pribadi. Jaringan WiFi publik rentan terhadap serangan yang dapat menyebabkan pencurian informasi pribadi. Hindari mentransfer atau mengakses informasi sensitif saat terhubung ke WiFi publik, kecuali jika Anda menggunakan koneksi yang aman seperti VPN (Virtual Private Network). Selalu pastikan untuk memeriksa keamanan jaringan sebelum mengakses data penting.
5. Buat Kata Sandi Sulit Ditebak
Kata sandi merupakan lapisan pertahanan kunci dalam menjaga keamanan data pribadi Anda. Pastikan untuk membuat kata sandi yang sulit ditebak dengan menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, serta karakter khusus. Ini adalah langkah penting dalam melindungi data pribadi Anda agar tidak mudah ditebak oleh peretas. Hindari menggunakan kata sandi yang sederhana atau informasi pribadi seperti nama atau tanggal lahir. Selalu lakukan pembaruan secara rutin pada kata sandi Anda dan hindari penggunaan kata sandi yang sama untuk beberapa akun.
6. Hati-hati dalam Memilih Aplikasi di HP
Langkah berikutnya dalam melindungi data pribadi adalah berhati-hati saat memilih aplikasi untuk diunduh di perangkat seluler Anda. Pastikan untuk hanya mengunduh aplikasi dari sumber yang terpercaya, seperti toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store. Hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan, karena mereka dapat mengandung malware atau perangkat lunak berbahaya lainnya yang dapat mengancam keamanan data pribadi Anda. Hal ini juga penting untuk menjaga keamanan data pribadi di perangkat seluler Anda.
Inilah langkah-langkah untuk menjaga keamanan data pribadi yang bisa Anda mulai lakukan sekarang. Dengan melindungi data pribadi, Anda bisa mengurangi risiko menjadi korban kejahatan digital yang tengah meningkat, khususnya pencurian informasi pribadi yang bisa menimbulkan kerugian bagi Anda.
Jika Anda membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan finansial, Anda dapat mengajukan pinjaman melalui Bank Nusumma. Ajukan Tabungan, Deposito dan Kredit di Bank Nusumma dengan proses yang cepat dan mudah. Kamu bisa ajukan di sini: nusumma.co.id/pengajuan